Proses Perencanaan Hasil Industri Pertanian Edamame Kabupaten Jember
Di Kabupaten Jember, Jawa Timur selain menghasilkan salah
satu di Jawa Timur komuditas pertanian tembakau dan
kopi juga merupakan salah satu penghasil kedelai jenis edamame yang merupakan produk unggulan. Dengan
adanya industri edamame di Kabupaten Jember membuat komuditas sektor
pertanian unggulan yang diakui hingga internasional (dunia). Dalam kedelai
edamame ini memiliki banyak sekali keunggulan dengan terdapat kandungan protein yang tinggi serta lengkap , yang berarti lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai - kedelai yang lain. Mengonsumsi edamame sangat baik untuk
dijadikan makanan seperti camilan yang rendah lemak dan juga mempunyai kandung
protein tinggi yang lengkap.
Pada pengelolahan atau pembuatan serta Pengembangan edamame yang terletak
di Kabupaten Jember dilakukan oleh PT Mitra Dua Tujuh. Hingga saat ini edamame
di Jember dikembangkan di area seluas kurang lebih sebesar 1.200 ha pertanian
edamame sehingga mengandalkan sekitar lebih dari 4.700 orang tenaga kerja dari
pekerja di lahan pertanian dan dari pabrik pengelolahan edamame. Penanam
edamame terdapat di kabupaten Jember dengan di 4 kecamatan, selain di Jember juga juga
terdapat di Kabupaten Bondowoso.
Pada
proses pembuatan edamame ,terdapat poses tahapan pengelolahan hasil pertanian
dari kedelai jenis edamame . Pertama yaitu Edamame yang masuk ditimbang terlebih dahulu untuk menentukan berat
yang akan diolah, sekaligus menjadi catatan jumlah hasil panen. Pabrik
pengolahan edamame di Kabupaten Jember sekarang mampu mengolah sebesar 50 ton
edamame setiap harinya. Setelah itu ditimbang, edamame akan dibersihkan dan
dicuci sebanyak dua kali. Pada proses pencucian yaitu memisahkan edamame dengan kotoran yang di lakukan
sebanyak dua kali penyucian yang menjamin keadaan edamame sampai benar-benar
bersih.
Tahap berikutnya yaitu proses grading
atau pemilihan standarisasi, sehingga edamame terbagi menjadi empat kelompok jenis.
Empat jenis pemilihan edamame yaitu standart quality untuk ekspor, jenis
premium untuk pasar lokal, Bahan Baku Mukiname yang merupakan edamame yang
dikupas untuk di ekspor dan jenis edatsuki yang merupakan edamame yang mash
disertai oleh tangkainya.
Tahap Selanjutnya yaitu proses atau
tahap pemasakan (blenching) yang di lakuakan perebusan edamame secara otomatis
di dalam mesin selama kurang lebih 2 menit dengan suhu sebesar 120° C. Selama
proses blenchig suhu tersebut harus stabil, agar mendapatkan edamame dengan
kondisi hijau sehingga sama seperti edamame yang baru dipanen dan matang
sempurna.
Kemudian setelah prose pemasakan
(blenching) tahap selanjutnya yaitu dengan cooling atau tahap pendinginan
dengan suhu sekitar 5° - 6° C selama dua menit untuk mempersiapkan
edamame sebelum menuju proses pembekuan.
Setelah tahap pendinginan (cooling) yaitu tahap
pembekuan atau pada QF
(Individual Quick Freezing). Pada tahan pembukaan dilakukan dengan suhu 30° sampai 35° C yang berlangsung
selama 8 menit. Ada proses pembekuan (cooling) ini bertujuan edamame menjadi tahan akan ketahanan
kesegarannya dan kemudian edamame disimpan pada gudang penyimpan dengan suhu -
20° C. Setelah penyimpanan dari gudang kemudian dilanjutkan dengan proses
pengemasan (packaging) untuk siap diekspor dengan bebabagai tujuan dalam
nasional hingga internasional.
Distribusi hasil terbagi oleh dua yaitu edamame
pada lokal dan internasional. Pada distribusi lokal PT. Mitratani tersebar di
wilayah Indonesia. Dari distribrutor ini mengalikan produk Pt. Mitratani
seperti pusat oleh-oleh, outlet edamame, supermarket, restoran yang tersebar
wilayah Indonesia. Juga edamame dapat juga diolah seperti menjadi susu kedelai
edamame, bakpia, cokelat edamame, edamame crispy dan masih banyak lagi olahan
dari edamame. Pada Proses Distribusi Edamame Ekspor tujuan utamanya yaitu
Jepang. Selain Jepang edamame di ekspor keluar negeri dengan 13 negara seperri Eropa, Amerika, Australia dan juga masih banyak negara lainnya.
Komentar
Posting Komentar